Skip to main content

Visi

Menjadi sebuah Yayasan Kesehatan Gigi Anak yang memberikan pelayanan kesehatan gigi anak sekolah terbaik dan berkualitas.


Misi

Meningkatkan kesehatan gigi masyarakat pada umumnya dan kesehatan gigi anak pada khususnya.

Profil YKGAI

Hasil survey oleh Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut (caries atau lubang gigi dan penyakit periodontal atau pendukung gigi) masih tinggi, yaitu:

* 93% untuk nasional, artinya 7% anak Indonesia bebas caries. Target WHO & FDI setidaknya 50% bebas karies. Hasil yang dicapai       

   YKGAI di tahun 2018 anak bebas karies sebanyak 70%.

* Indeks dmft 8,43, masuk dalam kategori ≥ 6 masuk dalam kategori karies gigi anak yang parah / Severe Early Childhood Caries

   (S-ECC). YKGAI di tahun 2018 mencapai indeks dmft ≤ 1, OHIS ≤ 1 dan bebas karies ≥ 75%.

* Mengacu pada indikator Oral Health Global Goal 2010 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa target status kesehatan gigi

   dan mulut penduduk Indonesia pada anak 12 tahun dengan nilai DMFT < 1 dan OHIS < 1,2.

* Lalu hanya 2,8% penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas yang sudah memiliki kebiasaan sikat gigi sehari 2 kali pagi dan malam.


Berdasarkan hal di atas, YKGAI bergerak untuk melakukan pelayanan preventif dan promotif yang ditujukan kepada anak-anak agar terbiasa memelihara gigi dan mulut secara mandiri, perlindungan gigi dari caries melalui pemberian fluor, deteksi dini penyakit mulut serta perlindungan spesifik lainnya.

Sejarah YKGAI

Pada awalnya, Drg. Rizali Noor (Alm) sebagai Kepala Direktorat Kesehatan Gigi Depkes meminta Sr. drg. Be Kien Nio, OSU untuk membentuk suatu klinik gigi yang khusus di bidang pencegahan dan meningkatkan kesehatan gigi. Hal ini adalah suatu tantangan, mengingat upaya-upaya kesehatan pada masa itu adalah pengobatan (kuratif) daripada pencegahan (preventif).


Tanggal 22 Maret 1973 YKGI (Yayasan Kesehatan Gigi Indonesia) diresmikan dengan lokasi Jl. Anggrek 60. Saat itu Sr. Kien mendapat dukungan dari teman-teman sejawat yaitu Sr. Dionysia Michels selaku Provincial Ursulin, Mgr. Arntz OSC selaku Uskup Bandung, Prof. Drg. R.G. Soemantri dan Sr. Rosemary Huber MM.


YKGI telah berubah nama menjadi YKGAI (Yayasan Kesehatan Gigi Anak Indonesia) dan sejak bulan Januari 2018 pindah lokasi ke Jl. Bengawan 43 Bandung. YKGAI telah melayani 27 TK, 22 SD dengan jumlah 9.032 orang pada tahun 2019. Kegiatan-kegiatan YKGAI hingga kini berlangsung berkat dukungan para dokter gigi dan staf yang berdedikasi. Penanggung jawab YKGAI saat ini adalah drg. Maria Aurora Titiana, Sp. KGA.